Membaca Kisah Cinta Pertama Fang Si-Chi

Fang Si-Chi adalah tokoh utama dalam novel Fang Si-Chi’s First Love Paradise adalah novel karya penulis Taiwan, Lin Yi-Han.

Novel yang pertama kali terbit tahun 2017 ini merupakan satu-satunya novel karya Lin Yi-Han yang pernah ia tulis.

Karya ini telah diterjemahkan ke banyak bahasa dan menerima beberapa penghargaan dibidang sastra.

Kisah Cinta Fang Si-Chi

Orang bilang, cinta pertama itu adalah cinta monyet.

Kendati cinta monyet adalah masa-masa jatuh cinta yang akan selalu diingat bagi siapapun yang mengalaminya, tapi tidak bagi Fang Si-Chi.

Diumurnya yang ke 13, dia harus terjebak dalam kompleksitas hubungan percintaan dengan guru lesnya, Lee Guo-Hua, atau biasa dipanggil Pak Lee yang berusia 37 tahun.

Beberapa tahun kemudian, sahabatnya, Liu Yi-Ting, mengetahui dari catatan buku harian Fang Si-Chi bahwa Fang Si-Chi begitu jauh bermain cinta dengan Pak Lee gurunya.

Bahkan, Fang Si-Chi menjadi budak seks dari kegilaan fetish Lee Guo-Hua. Meski sudah beristri dan memiliki satu anak, Lee Guo-Hua memperlakukan Fang Si-Chi seperti istri sendiri.

Bahkan, ia membelikan apartemen khusus buat tempat tinggal Fang Si-Chi. Semua itu ia lakukan agar bisa mengeksploarasi tubuh muda Fang Si-Chi setiap kali Lee Gua-Hua pulang kerja.

Child Grooming

Lee Gua-Hua, melalui keahlian memainkan kata dan kalimat rayuan, karena ia adalah guru pelajaran sastra, membuat Fang Si-Chi benar-benar jatuh cinta untuk kali pertama.

Melalui keahlian itulah, Lee Gua-Hua melakukan apa yang disebut Child Grooming kepada Fang Si-Chi.

Pada suatu hari, ketika Lee Gua-Hua sedang menyetubhi Fang Si-Chi, ia bertanya pada diri sendiri: apakah ini yang namanya cinta? Sungguh mengasyikan sekaligus lebih menyakitkan.

Kegamangan Fang Si-Chi membutnya tidak mampu berbuat banyak. Ia ingin lapor kepada orang tuanya, namun ia takut.

Tidak lapor, Fang Si-Chi merasa tersiksa karena harus melayani nafsu Lee Gua-Hua.

Di sinilah Fang Si-Chi benar-benar terjebak. Pada akhirnya, ia membiarkan apa yang terjadi padanya. Fang Si-Chi menjadi begitu benci terhadap Lee. Ia ingin menyudahi hubungan gila itu, namun selalu mendapat ancaman.

Bagi Fang Si-Chi, ia telah mati sejak ia pertama kali berpikir tentang kematian.

Tidak peduli cinta macam apa itu. Cintanya yang begitu kejam atau cintaku yang amat naif, cinta mengajarkanku untuk memafkan seseorang yang tidak aku cintai.

Setidaknya kini aku sudah tahu bahwa asosiasi, simbolisme, dan metafora adalah hal-hal yang paling berbahaya di dunia

Sebenarnya, Aku sudah mati saat pertama kali memikirkan kematian. Hidup itu seperti pakaian, sangat mudah untuk ditanggalkan dan direnggut.

Sakit

Pada akhirnya Fang Si-Chi memberanikan diri untuk meninggalkan Lee. Ia meminta pertolongan kepada sahabatnya Liu Yi-Ting untuk merujuknya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, Fang Si-Chi tampak begiru kurus. Tulang mukanya menonjol dan matanya melotot. Ia tampak seperti bukan manusia.

Liu Yi-Ting mendatangi guru Lee untuk meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah membuat Fang Si-Chi menjadi tampak begitu mengerikan.

Ia bahkan meminta guru Lee memperkosanya agar ia dapat merasakan penderitaan sahabatnya, Fang Si-Chi.

Namun guru Lee menendangnya dan mengataan bahwa Liu Yi-Ting adalah remaja sundal dan tidak tahu malu.

Guru Lee kemudian menceraikan istrinya, dan menikah lagi.

Peringatan

Peringatan dari Penerbit Shira Media

Penerbit Shira Media yang menerbitkan novel Fang Si-Chi’s First Love Paradise versi terjemahan, secara khusus memberikan perungatan kepada para pembaca novel ini.

Dengan menggunakan selembar kertas coklat, Shira Media memperingatkan bahwa sebelum membaca novel ini, pembaca harus memastikan mental dan fisiknya dalam kondisi baik, karena novel ini banyak memuat konten yang sangat mengganggu.

Kendati demikian, saya suka sekali dengan gaya penulisan Lin Yi-Han. Gaya bahasa yang puitis, terus terang, dan apa adanya membuat novel ini layak untuk dibaca.

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *