Pesan-Pesan Juru Antar Buku Tua dalam Novel Door to Door Book Store

“Tidak ada buku yang menyenangkan semua orang. Kalaupun ada, buku itu pasti jelek,” Carl Kollhoff dalam novel Door to Door Book Store, karya Carsten Henn.

Novel Door to Door Book Store pertama kali terbit tahun 2020. Karya penulis Jerman Carsten Henn ini menjadi salah satu novel best seller dunia yang kemudian diterbitkan oleh penerbit Baca dalam versi terjemahan bahasa Indonesia tahun 2023.

Novel ini menggunakan bahasa yang ringan dan alur cerita yang sederhana, namun bermuatan banyak pesan perihal buku.

Hanya saja, secara teknis penerbit Baca kurang jeli dalam mengedit beberapa kalimat yang tidak beraturan dan tidak nyambung, meski dapat dipahami dengan mengira-ira kalimatnya.

Novel Door to Door Book Store

Sinopsis Singkat

Diusia 72 tahun, Carl Kollhoff tetap setia menjadi jura antar buku pada sebuah toko buku yang berada di gerbang kota.

Bos pertama Carl Kollhoff adalah Gustav Gruber. Ketika Gustav Gruber meninggal dunia, kepemilikan toko buku diwariskan kepada anak perempuannya bernama Sabine Gruber.

Setiap hari, dia berkeliling kota Munsterplatz mengantarkan buku kepada para pelanggannya.

Carl Kollhoff selalu memanggil nama para pelanggannya dengan nama-nama tokoh dalam novel-novel yang ia baca.

Misalnya pelanggan bernama Chrisitian von Hohenenesch. Pelanggan satu ini mengingatkan Carl Kollhoff pada sosok Mr. Darcy dalam novel Pride and Prejudice karya Jane Austen.

Tubuhnya tinggi, hidungnya mancung, dan pendiam, tapi baik hati. Selanjutnya Carl Kollhoff selalu memanggil Chrisitian von Hohenenesch dengan nama Mr. Darcy.

Atau Nyonya Longstocking. Seorang pensiunan guru ini kerap dipanggil dengan nama Frau Langstrumpf. Perempuan pemberani, punya gaya, dan eksentris.

Carl Kollhoff memanggil nama Nyonya Longstocking dengan nama Frau Langstrumpf karena terinspirasi oleh novel berjudul Pippi Longstocking.

Begitu pula dengan pelanggan-pelanggan lainnya.

Bagi para pelanggannya, Carl Kollhoff tidak hanya seorang juru antar buku. Bagi mereka, Carl Kollhoff adalah katalog hidup yang selalu menjadi tempat bertanya perihal buku-buku baru atau buku-buku yang bagus untuk dibaca.

Karena itulah Carl Kollhoff menjadi begitu dekat dengan para pelanggannya, dan selalu ditunggu-tunggu kedatangannya.

Bab 4 Novel Door to Door Book Store

Schascha

Suatu hari, ia bertemu seorang gadi mungil berusia 9 tahun bernama Schascha. Perjumpaan inilah yang kelak akan mengubah perjalanannya sebagai juru antar buku.

Schascha adalah gadis yang cerdas, enerjik, dan punya banyak akal. Ia ikut menemani Carl Kollhoff mengantar buku bagi para pelanggannya.

Pada awalnya Carl Kollhoff marah. Namun Schascha menjadi sahabat yang baik.

Schascha membuat buku harian bergambar berisi nama dan gambar para pelanggan buku Carl Kollhoff.

Dari gambar itu, Schascha menyimpulkan bahwa masing-masing pelanggan memiliki latar belakang dan masalah yang berbeda-beda.

Schascha menyarankan Carl Kollhoff untuk memberikan buku selain buku-buku pesanan, sesuai dengan masing-masing masalah dari pelanggannya.

Diluar dugaan, para pembaca semakin senang. Dari situ, Carl Kollhoff dan Schascha menjalin persahabatan lebih erat dengan para pelanggan.

Dipecat

Suatu hari, Sabine Gruber memecat Carl Kollhoff karena faktor keuangan. Sabine Gruber mengubah sistem penjualan di toko bukunya menjadi lebih modern.

Mengantar buku untuk para pelanggannya banyak mengeluarkan biya. Karena itu, Sabine Gruber berencana agara pembeli saja yang datang langsung ke tokonya untuk menghemat anggaran.

Carl Kollhoff pun menerima keputusan itu. Untuk bertahan hidup, ia menjual koleksi buku-bukunya kepada pemilik toko buku bekas.

Suatu malam setelah ia berkunjung dari toko buku nilik Sabine Gruber, ia dipukul seseorang yang tidak ia kenal.

Carl Kollhoff tidak sempat bertanya siapa nama pemukul itu, dan apa kesalahan yang ia buat. Tahu-tahu, ia sudah berada di ruangan sebuah rumah sakit.

Setelah sembuh, ia berjalan menggunakan tongkat menuju apartemennya.

Untuk bertahan hidup, ia menjual buku-buku koleksinya kepada seorang pemilik toko buku bekas.

Rupanya, persahabatan dan seringnya Schascha menemani Carl Kollhoff mengantar buku kepada para pelanggannya, membuat ayah Schascha marah.

Orang yang memukul Carl Kollhoff ternyata ayah Schascha. Ini diketahui setekah ayah Schascha berterus terang karena mendengar Carl Kollhoff masuk rumah sakit.

Schascha begitu kecewa sama ayahnya. Menurut perawat, Carl Kollhoff tidak bisa berjalan normal.

Sebagai bentuk permohonan maaf, ayah Schascha membantu Schascha Menyusun sebuah rencana.

Ayahnya harus membelikan kursi roda yang bisa digunakan Carl Kollhoff untuk mengantar buku ke para pelanggan. Dan ayah Schascha mengabulkan permohonan itu.

Rencana Schascha

Schascha berencana membuat sahabatnya, Carl Kollhoff, untuk menjadi juru antar buku lagi. Ia menceritakan rencana ini kepada ayahnya dan kepada para pelanggan Carl Kollhoff.

Karena perhabatan dengan para pelanggan inilah, rencana Schascha berjalan lancar.

Pada akhirnya, Carl Kollhoff Kembali menjadi juru antar buku. Ia menggunakan kursi roda yang dapat disetel sesuai keinginannya selama perjalanan mengantar buku untuk para pelanggannya.

Carl Kollhof menjadi juru antar buku pada sebuah toko buku bekas di mana ia menjual koleksi buku-buku tercintanya.  

Kelebihan

Novel Door to Door Book Store ini sangat bagus untuk semua orang dan semua kalangan.

Carsten Henn sangat pandai merangkai kata dan kalimat yang membuat pembaca tidak berhenti membuka halaman-halaman novel tersebut.

Carl Kollhoff digambarkan tidak saja sebagai juru antar buku, melainkan sebagai buku itu sendiri.

Kegemarannya membaca membuat Carl Kollhoff laksana perpustakaan berjalan. Ia mampu menjadi solusi bagi para pelanggan. Ia menjalin kepercayaan. Dan inilah yang membuat dedikasinya sebagai juru antar buku tidak berhenti meski usianya sudah 72 tahun.

Halaman belakang Novel Door to Door Book Store

Kekurangan

Dalam versi terjemahan bahasa Indonesia, buku ini hanya memiliki kekurangan teknis. Yakni, banyak kalimat yang tidak memiliki spasi dan tanda baca yang melompat-lompat.

Kendati demikian, masih bisa terbaca maksud kalimatnya jika diperhatikan lebih dalam.

Pesan-Pesan

Banyak pesan yang dapat dijadikan pengingat dalam novel Door to Door Book Store ini.

Beberapa pesan yang dapat kita pelajari antara lain:

Buku cetak adalah sarana terbaik untuk mengabadikan pikiran dan cerita, menjaganya agar tetap segar hingga berabad-abad

– halaman 19

Yang penting mereka mulai membaca, bukan apa yang mereka baca.

– halaman 23

Orang-orang mempercayaimu. Itulah hal terpenting bagi seorang pedagang buku.

– halaman 88

Kalau kau tokoh dalam buku, kau akan hidup selamanya. Selama ada orang yang masih membaca tentangmu, kau masih hidup.

– halaman 114

Kau tahu, tidak ada uku yang menyenangkan semua orang. Dan kalaupun ada, buku itu pasti jelek.

– halaman 122

Kutu buku adalah mahluk yang sangat langka, dan biasanya benar-benar pemalu. Spesies ini sangat dilindungi.

– halaman 232
Kutu buku adalah mahluk yang sangat langka, dan biasanya benar-benar pemalu. Spesies ini sangat dilindungi Share on X

Detail Buku

Judul: The Door to Door Book Store

Penulis: Carsten Henn

Penerbit: Penerbit Baca

Jumlah Halaman: 304 halaman

Tahun Terbit: 2023

Layar Lebar

Novel Door to Door Bookstore ini juga sudah diangakat ke layar lebar pada tahun 2024 oleh sutradara keturunan Jerman-Viatenam Bernama Ngo The Chau.

Dengan judul yang sama, film ini dibintangi oleh Christoph Maria Herbst dan Yuna Bennett.

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *