
Anak desa Dagan, kecamatan Bobotsari, kabupaten Purbalingga bernama Irfan Maulana itu kini jadi finalis Bagus Roro Purworejo tahun 2026.
Barangkali ia tidak menyangka akan menjadi salah satu finalis ajang bergengsi di kabupaten Purworejo itu.
Ia—Irfan Maulana—adalah salah satu pemuda yang berasal dari tempat yang sama dengan saya.
Selepas SMA, Ipan—demikian ia dipanggil—melanjutkan kuliah di Universitas Muahammadiyah Purworejo mengambil jurusan Teknik Mesin.
Kesukaannya pada dunia fotografi dan videografi, mengantarkan Ipan kerap membingkai setiap tempat wisata di kabupaten Purwrejo.
Selain itu, fotografi telah membawa Ipan menjadi salah satu fotografer professional untuk berbagai kegiatan.
Melalui akun media sosialnya, Ipan kerap membagikan video pariwisata di kabupaten Purworejo, dan beberapa portfolio fotografinya.
Aktif Di Desa
Di desa asalnya, Ipan menjadi salah satu pemuda yang aktif di desa, khususnya di dusun tempat ia dan keluarganya tinggal.
Misalnya, Irfan Maulana menjadi ketua panitia perayaan HUT ke 80 RI ingkat dusun tahun 2025 silam.
Selain itu, Ipan juga mengenalkan teknologi mapping background panggung secara visual menggunakan Resolume Arena, sehingga panggung resepsi tujuh belasan menjadi terlihat profesional.
Pada bulan yang sama, Ipan juga menjadi salah satu perwakilan dusun untuk lomba sepak bola tingkat desa.
Ikut Program Bagus Roro Purworejo
Pengetahuan, keahlian, serta pengalaman, membuat Ipan memutuskan untuk mengikuti program duta wisata dengan tajuk Bagus Roro kabupaten Purworejo tahun 2026.
Melalui pesan pribadi kepada saya, Ipan mengatakan, awalnya dia memahami bahwasannya kabupaten Purworejo mempunyai potensi besar mulai dari keindahan alam, keindahan sejarah hingga kreativitas UMKM-nya.
Meski demikian, kata Ipan, masih ada beberapa potensi di kabupaten Purworejo yang belum dikelola maksimal.
Menyadari potensi itu, Ipan tidak hanya ingin menjadi penonton saja. Ia ingin berperan aktif sebagai penggerak yang mampu mengenalkan pesona daerah Purworejo di mata dunia melalui ajang Bagus Roro.
Ipan percaya bahwa pemuda memiliki suara yang kuat untuk membawa perubahan positif bagi pariwisata.
Proses Panjang
Proses mengikuti seleksi ajang Bagus Roro 2026 tidaklah mudah. Menurut Ipan, dari mulai tahap pendaftaran, dan wawancara, ia benar-benar harus paham tentang sejarah dan potensi daerah Purworejo.
Saat seleksi wawancara, ia belajar bagaimana menyampaikan ide dengan tenang dan percaya diri di hadapan para dewan juri.

“Ada rasa gugup, namun semangat untuk memberikan yang terbaik mengalahkan rasa takut itu,” kata Ipan melalui pesan pribadi Whatsapp.
Bagi Ipan bukan perkara menang atau kalah, melainkan dengan ajang Bagus Roro ini, ia berharap bisa berkontribusi nyata untuk memajukan pariwisata lokal kabupaten Purworejo.
Ipan bersedia menjadi mitra pemerintah kabupaten Purworejo dalam bidang pariwisata yang solutif dan representatif.
Finalis ke-3
Tak dinyana, dari sekian proses yang tidak mudah, Irfan Maulana menjadi finalis ke-3 ajang Bagus Roro kabupaten Purworejo.
Bagi saya, ini tentu bukan pencapaian yang mudah, mengingat begitu ketatnya persaingan antar peserta.
Acara malam puncak Grand Final ajang Bagus Roro kabupaten Purworejo akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2026.
Saya berdoa semoga Mas Irfan Maulana, memenangkan ajang bergengsi di kabupaten Purworejo itu.
Semoga.
Tinggalkan Balasan