Suatu Pagi Di Sudut Desaku

Meski bukan seorang fotografer, saya suka sekali memotret alam desa.

Menggunakan kamera Mirrorless Canon jadul dan lensa kit bawaan, saya mendokumentasikan alam desaku waktu hari masih pagi.

Sebagian besar wilayah desaku adalah lahan pertanian. Bulan April ini musim panen telah tiba, dan para petani tengah memanen padi mereka.

Penduduk di desaku juga sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Pada setiap musim panen, saya selalu teringat sebuah lagu berjudul “Untuk Gadisku” karya Franky Sahilatua.

Lagu tentang batang-batang padi dan tentang seorang gadis yang terkurung di kamarnya. Jika kau berada di desaku waktu pagi, niscaya kau akan senang.

Di sebelah barat, gunung Slamet tampak berdiri gagah. Di sebelah timur, gungung Sumbing dan Sindoro tampak puncaknya.

Sementara di sebelah utara, adalah pegunungan Kelir yang berbatasan dengan kabupaten Pemalang. Dan di sebelah Selatan, berbatasan dengan desa tetangga.

Foto-Foto Sudut Desaku

Foto di bawah ini memperlihatkan seorang petani sedang—kalau di desaku namanya—babad. Seorang perempuan menggunakan sabit memotong batang-batang padi sebelum di—kalau di desaku namanya—gepyok.

Biasanya, dalam satu lahan sawah semua batang padi dibabad, baru kemudian digepyok.

Panen
Difoto menggunakan kamer Canon EOS M, F-Stop F. 5.6, Focal Length 55 mm.

Foto ini memperlihatkan sebuah batang padi dengan biji padi (gabah) yang menguning dan siap tuntuk dipanen.

Sangat indah bukan warnanya?

Kuning Bermas
Menggunakan kamer Canon EOS M, F-Stop F. 5.6, Focal Length 55 mm, Exposure 1/400, ISO 100.

Sedangkan foto ini memperlihatkan sebgian batang padi rubuh ke tanah karena sudah tua. Biasanya karena faktor oleh hembusan angin.

Posisi batang padi yang rubuh ini bisanya menyulitkan para petani untuk memotongnya. Namun demikian, setiap petani bisa melakukannya dengan baik.

Batang padi rubuh
Menggunakan kamer Canon EOS M, F-Stop F. 7.1, Focal Length 39 mm, Exposure 1/125, ISO 100.

Foto di bawah ini memperlihatkan padi kuning keemasan dengan latar belakang pegunungan Kelir.

Biji padi yang besar-besar menandakan bahwa para petani berhasil mengelola pertaniannya hingga panen.

Warnanya bagus banget ya? Jadi pengin metik padi.

Padi-Padi Siap Panen
Menggunakan kamer Canon EOS M, F-Stop F. 5, Focal Length 35 mm, Exposure 1/400, ISO 100.

Foto selanjutnya memperlihatkan hamparan sawah dengan padi menguning dan siap dipanen. Tampak sebuah gubuk kecil di tengah hamparan sawah.

Juga tampak tiga pohon kelapa yang berdiri berjajar. Foto ini mengingatkan saya ketika masih duduk di Sekolah Dasar (SD) sering menggambar sawah dan pohon kelapa.

Hamparan Padi Menguning Di Desaku
Menggunakan kamer Canon EOS M, F-Stop F. 10, Focal Length 55 mm, Exposure 1/250, ISO 100.

Foto di bawah ini memperlihatkan seorang anak sekolah yang membonceng kendaraan berangkat sekolah.

Di sebalah kanan dan kiri jalan aspal Nampak hamparan sawah, dan deretan pohon-pohon Angsana di sebelah kiri jalan.

Suasana tampak lengang dan sejuk dengan cahaya kuning matahari.

Berangkat Sekolah
Menggunakan kamer Canon EOS M, F-Stop F. 7.1, Focal Length 18 mm, Exposure 1/125, ISO 100.

Kesimpulan

Foto-foto tersebut hasil motret pada saat musim terang dengan matahari pagi cerah menguning.

Pemandangan dalam foto-foto tersebut tidak akan adai jika musim penghujan. Karena itu, pada kesempatan berikutnya, saya akan memotret sudut-sudut lain di desaku.

Tentang Penulis

Sukman Ibrahim

Seorang Introvert Yang Jatuh Cinta Sama Sastra, Filsafat, Sejarah, dan Gunung.

Tambah Komentar