Menyudahi Sedu Sedan di Curug Penisihan

Jika kau adalah laki-laki yang sedang banyak masalah, dan tidak ingin bercerita kepada siapapun, datanglah ke curug Penisihan. Niscaya, kau akan mendapat ketenangan.

Curug (Air Terjun) Penisihan yang berada di wilayah antara desa Dagan dan desa Palumbungan itu, bukan saja tempat yang nyaman untuk menyendiri.

Melainkan, tempat yang nyaman untuk menghirup udara segar, mendinginkan badan, serta mendinginkan pikiran.

Seperti Minggu kemarin, saya mengunjunginya sendirian. Tenang, tanpa sedu-sedan.

Curug Penisihan

Curug Penisihan merupakan aliran hulu Sungai Klawing yang melewati desa Dagan dan desa Palumbungan kecamatan Bobotsari, kabupaten Purbalingga.

Curug ini masih sangat alami dan belum tersentuh tangan-tangan pembangunan manusia. Karena itu, lokasinya sulit dijangkau.

Saya menuju ke Lokasi lewat desa Palumbungan. Beberapa kali saya tersesat saat mengikuti bekas jalan yang kemungkinan biasa dilewati oleh para penderes kelapa.

Setelah sempat tersasar, akhirnya saya sampai di Lokasi Curug Penisihan.

Batu-batu besar yang bertengger di tepian Curug Penisihan, sangat cocok untuk duduk menyendiri.

Angin curug seketika menerpa wajah dan hampir menjatuhkan topi yang saya kenakan. Deburan air Curug Penisihan memang cukup keras.

Hal Yang Perlu Diperhatikan

Jika kau ingin mengunjungi Curug Penisihan, hal pertama yang harus kau perhatikan adalah musim.

Jika musim penghujan, mengunjungi Curug Penisihan adalah ide yang buruk. Sebab, Curug Penisihan merupakan aliran Sungai Klawing yang jika banjir, ketinggian airnya bisa menutup batu-batu besar di sisi Curug, dan alirannya sangat deras.

Datanglah ke Curug Penisihan jika musim kemarau tiba, atau setidaknya jika intensitas hujan menurun.

Kedua, berhati-hatilah ketika berjalan menuju Curug. Sebab, selain menurun, jalannya juga terjal, dan banyak rumput liar.

Ketiga, Curug Penisihan bisa ditempuh dari desa Dagan, dan desa Palumbungan. Namun, menurut saya lebih aman jika ditempuh lewat desa Palumbungan, seperti yang saya lakukan Minggu kemarin.

Selanjutnya, perhatikan arus dan batu jika kau hendak menyeberang sungai. Selain arusnya deras, batu-batunya juga licin.

Terakhir, jangan mandi di areal Curug Penisihan karena sangat berbahaya. Serta, kunjungi Curug Penisihan ketika pagi atau sore hari.

Saya sendiri sedikit terlena dengan keasyikan duduk di atas batu memandang Curug Penisihan. Ketika tersadar, ternyata jarum jam sudah menunjukan angka lima sore.

Saya segera mengemasi barang, dan bergegas pulang.

Avatar Sukman Ibrahim
Bagikan Tulisan Ini Yuk?

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *