Kerkhof Purbalingga Riwayatmu Kini

Bertepatan dengan hari Kartini, 21 April 2026, saya mengunjungi Kerkhof Purbalingga. Ini kunjungan saya kali kedua selepas tiga tahun berlalu.

Kerkhof adalah kata dalam bahasa Belanda yang dapat dimaknai sebagai pemakaman, atau kuburan.

Secara etimologi, Kerkhof berasal dari kata Kerk yang artinya gereja, dan kata Hof artinya halaman. Maka Kerkhof bisa dimaknai sebagai halaman gereja.

Jamaknya, Kerkhof adalah pemakaman yang berada di halaman gereja.

Kerkhof Purbalingga

Kerkhof atau pemakaman Belanda di Purbalingga berlokasi di Jl. Letjen S Parman No.48, Kedung Menjangan, Purbalingga Wetan, kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga. Atau berada tepat di antara MAN Purbalingga, dan hotel Barling Purbalingga.

Kerkhof Purbalingga telah ditetapkan menjadi cagar budaya dengan nama Situs Kerkhof melalui surat keputusan bupati Purbalingga, nomor 432/226 tahun 2018.

Siapa saja yang dimakamkan di Kerkhof Purbalingga?

Nisan Belanda

Ketika saya mengunjungi Kerkhof tersebut, kondisinya sungguh memprihatinkan. Sebagian besar nisan telah ditumbuhi rumput liar yang cukup rimbun.

Selain itu, tulisan yang terdapat pada nisan juga sudah banyak yang luntur.

Hanya beberapa yang masih bisa terbaca seperti De Wed M Van Slee yang lahir pada 6 Februari 1853, dan meninggal pada 1 Januari 1933.

Lalu ada nisan Bernama Claudine Van Haak yang lahir pada tahun 1823, dan meninggal pada 13 Nopember 1865.

Selebihnya Sebagian tulisan pada nisan sudah tidak bisa terbaca dan tertutup rumput liar.

Tidak jauh dari Kerkhof, berdiri bangunan yang saya duga sebagai gereja tempat persemayaman sementara jenazah sebelum dimakamkan.

Sejauh ini saya belum mengetahui apakah yang dimakamkan di Kerkhof Purbalingga ini adalah tentara, pejabat, atau masayarakat Belanda umumnya.

Hanya dalam catatan Jatmiko Wicaksono, Kerkhof yang ada di Purbalingga patut diduga merupakan makam para pegawai atau pejabat Belanda.

Untuk mengetahui jejak Kerkhof Purbalingga ini tentu perlu penelitian dan penelusuran yang lebih dalam.

Riwayatmu Kini

Satu hal yang sangat saya sayangkan adalah kondisi Kerkhof Purbalingga pada saat saya berkunjung.

Ilalang dan rumput-rumput liar lainnya tumbuh tinggi. Juga rumput-rumput yang menjalar di atas makam dan nisan.   

Selain itu, kondisi bangunan bekas gereja juga hampir roboh. Atapnya sudah lapuk dimakan usia, hanya menyisakan tanda Salib di pada tembok depan atas bangunan tersebut.

Saya juga menemukan bangkai burung yang membusuk di area Kerkhof. Sementara sampah juga berceceran di pintu masuk.

Sungguh sangat disayangkan, situs budaya Kerkhof terkesan dibiarkan dan tidak diperhatikan.

Sebagai pecinta sejarah, dan andai saja Kerkhof Purbalingga dekat dengan rumahku, pasti aku akan selalu membersihkan dan menjaganya.

Saya tidak bermaksud sok-sokan. Hanya saja, di negara-negara maju, situs budaya pasti terpelihara dengan baik.

Semoga saja, dinas terkait segera memperhatikannya.

Bagikan Tulisan Ini Yuk?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *