
Kami—saya dan istri—memang sudah berencana untuk mengunjungi curug Kedung Siung di desa Serayu Larangan.
Pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekira pukul setengah sembilan pagi, kami berangkat.
Tujuan kami hanya satu: menepi.
Menggunakan motor, kami meluncur. Sampai di Lokasi, area parkir atas dan bawah penuh. Akhirnya kami meminta juru parkir untuk—entah bagaimana caranya—memarkirkan motor kami.
Usai bayar tiket, kami masuk ke Lokasi.
Dalam perjalanan ke curug, kami sesekali saling pandang dengan menyimpan pertanyaan yang sama: kenapa banyak orang di sini?
Dan kami tertawa. Tentu saja ramai karena ini adalah weekend. Waktunya orang-orang healing.
Menepi Sambil Terapi
Seminggu belakangan ini, penyakit otot kaki saya kumat (penyakit ini kadang membuat saya tidak bisa berjalan normal).
Karena itu, sejatinya, selain menepi, saya sendiri juga berencana untuk terapi mandi di curug yang airnya sangat dingin dan jernih. Sebelumnya, saya terapi mandi di sungai Patrawisa Limbasari.
Sayangnya, sampai di lokasi Curug Kedung Siung harus berdesak-desakkan dengan pengunjung lain.

Pada akhirnya, kami hanya sebentar. Setelah merekam beberapa video untuk bahan youtube, kami pamit pulang.
Andaikan kami ke curug pada waktu yang tepat, tentu kami bisa menghabiskan waktu bersama.
Gemerujug air terjun, angin yang menampar-nampar muka kami, rimbun pepohonan, dan matahari yang menciptakan pelangi, akan menjadi cerita indah saat pulang ke rumah.
Curug Kedung Siung Bagus Banget
Beda dengan curug-curug lain di Purbalingga, curug Kedung Siung di desa Serayu Larangan terdiri dari dua curug.
Curug pertama letaknya di bawah, dan curug ke dua berada di atas curug pertama.
Untuk menuju curug kedua, sobat harus berjalan menanjak dan wajib hari-hati mengingat jalan berbatu yang licin.
Curug Kedung Siung memang sedang viral di jagat media sosial, khususnya di wilayah Purbalingga dan sekitarnya.
Menurut penjaga loket, jumlah pengunjung curug pada Sabtu kemarin mencapai 600 orang.
Ini tentu ukuran yang sangat banyak mengingat sejatinya, lokasi curug jalannya sempit dan penuh batu.

Rekomendasi
Nah, buat sobat yang ingin menikmati suasan Curug Kedung Siung, saya rekomendasikan tidak mengunjunginya pada akhir minggu.
Kalau memang hanya punya waktu libur weekend, upayakan datang ke Curug Kedung Siung lebih pagi. Sebab, antara jam 9 hingga 12 siang lokasi curug cukup ramai.
Menepi bersama istri di Curug Kedung Siung barang sebentar tadi siang. Eh sampai di lokasi banyak manusia. Akhirnya kami segera pergi. pic.twitter.com/BvOriPHuGp
— Anak Desa (@anakdesalagi) May 16, 2026
Atau kalau tidak, datang saja pada sore hari. Wisata Curug Kedung Siung ini menurut penuturan penjaga loket, tutup jam 4 sore.
Buat sobat yang masuk lokasi curug dengan membawa makanan dari luar, upayakan sampahnya di bawa pulang, dan jangan dibuang di lokasi.
Jika tidak membawa makanan, pengelola curug juga menyediakan warung-warung makanan tepat di depan area parkir bawah.
Tinggalkan Balasan