Hari menjelang senja ketika aku sampai di rumah. Lelah yang selalu menyergap setelah bekerja delapan jam sehari, Senin hingga Jumat, lenyap seketika aku memandangi perpustakaan kecilku.
Jika kamu seorang pecinta buku tentu paham betul rasanya menyelesaikan satu buku. Selalu ada rasa senang membuncah setelahnya. Apalagi ketika memandangi deretan buku-buku dan membaca judulnya.
Dalam seminggu kemarin, saya telah khatam membaca novel Babel karya R.F. Kuang, Great Expectation karya Charles Dickens. Dan minggu ini saya tengah membaca novel Little Woman karya Louisa May Alcott.
Dan ketika malam menjelang, aku semakin hanyut terbawa kisah-kisah manusia dari seantero dunia. Ketika membaca malam hari, aku kerap ditegur istri karena tidur larut malam. Jika saja istriku tahu bagaimana rasa penasaran ketika membaca sebuah kisah.
Sesungguhnya aku tidak sedang gaya-gayaan memiliki perpustakaan. Karena sejujurnya, aku adalah seorang introvert yang merasa kesulitan berteman dengan orang lain. Dengan membaca buku, aku merasa memiliki banyak teman bahkan teman dari bagian dunia lain.

Wajah Baru Perpustakaan Pustaka Kadiwirya
Sekali lagi, bagiku, tidak ada teman yang lebih setia ketimbang buku. Dengan buku, aku bisa mengembara ke seluruh pelosok dunia.
Perpustakaan Pustaka Kadiwirya milikku memiliki koleksi buku-buku sastra, filsafat, sejarah, dan kebudayaan. Sebgaian besar koleksi buku dengan genre sastra berupa novel.

Aku menata ulang wajah perpustakaan Pustaka Kadiwirya. Dulu, aku memakai rak buku dari bahan plastik yang mudah roboh. Kemarin, istriku membeli rak yang lebih kuat dari menahan beban buku.
Jumlah koleksi buku perpustakaan Pustaka Kadiwirya saat tulisan ini dibuat mencapai 250 buku. Masih sedikit memang, tapi setidaknya cita-citaku memiliki perpustakaan sendiri pelan-pelan mulai terwujud.
Bagiku, siapapun yang di ruang tamunya memiliki rak buku, bukanlah pamer. Namun, bagi pecinta buku, itu adalah sorga. Seperti halnya aku yang begitu senang ketika bermain ke rumah teman dan memiliki koleksi buku, atau berjalan-jalan di toko buku yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam.

Bagiku, membaca buku sangat berdampak. Salah satunya adalah aku menjadi orang yang tidak memandang dunia hanya hitam dan putih. Melalui buku, aku memahami bahwa banyak warna lain dalam kehidupan manusia di dunia ini.
Aku juga tidak mudah menghakimi siapapun, atas peristiwa apapun. Selalu ada pelajaran dari setiap kisah dan peristiwa apapun melalui buku.


Koleksi buku-bukunya kerenn Mas โบ๏ธ๐๐ป
Wah, makasih mba, makasih.