Sebuah Lagu Untuk Sahabat

Ditinggal sahabat memang sedih ya?

Pernah merasakan berpisah dengan sahabat, kan? Ya aku pernah mengalaminya.

Ceritanya begini.

Aku bertemu dia sahabatku—perempuan—pada sebuah pagi beranjak siang di bawah langit Desember.

Kala itu, aku menunggu kedatangannya di sebuah pintu masuk tempat healing. Dua jam aku menunggunya. Sekira jam sepuluh, hampir setengah sebelas, dia datang.

Setelah membeli sebatang bunga mawar berwarna merah, dan aku berikan kepdanya, kami masuk ke Lokasi wisata.

Di dalam, kami ngobrol (tentu ngalor-ngidul) banyak hal.

Salah satunya adalah perihal sekolah dia (oh iya dia sahabatku masih sekolah waktu itu). Lalu aku bertanya apakah dia suka membaca buku? Dia jawab lebih suka bunga ketimbang buku.

Aku memakluminya.

Dia belum tahu bahwa aku juga sangat menyukai bunga, terutama mawar jingga. Sejak saat itu, aku kerap mengirimkan bunga kepada sahabatku itu.   

Oh iya, aku lupa. Aku adalah laki-laki introvert yang tidak memiliki banyak sahabat, apalagi sahabat karib.

Bagiku, sahabat karib itu adalah sahabat yang bisa menjadi tempat bercerita, berkeluh-kesah, dan saling mendukung satu sama lain.

Aku—waktu itu—berpikir bahwa aku telah menemukan seorang sahabat karib. Sahabat untuk bercerita.

Setelah pertemuan itu kami berpisah.

Beberapa hari kemudian, kami bertemu lagi di sebuah tempat wisata air terjun. Lagi, aku masih berpikir bahwa aku benar-benar menemukan sahabat karib.

Aku mengingatkan dia agar tetap belajar dan melanjutkan sekolah ke jenjang kuliah. Aku bilang padanya jangan pacaranan, atau jatuh cinta dulu.

Dia mengiyakan, lalu berjanji tidak akan jatuh cinta sebelum selesai sekolah. Sejujurnya aku punya pengalaman buruk soal jatuh cinta saat sekolah.

Siang berlalu, malam berganti, hari berubah Minggu, Minggu berubah bulan, bulan berganti tahun, dia sudah jatuh cinta.

Sebenarnya aku tidak melarang. Hanya dia pernah berjanji untuk fokus belajar.

Ya sudah, sejak saat itu aku tidak berani mengganggunya. Bahkan, pesan-pesan WA pun sudah tidak pernah.

Maka, aku Kembali kehilangan sahabat. Kehilangan teman bercerita.

Ketika aku teringat sahabatku itu, aku selalu membuatkan lagu. Dan lagu yang aku ciptakan ini adalah lagu tentang sahabatku yang kini berbeda, yang telah berubah.

Sahabat, jika kau membaca tulisan ini, sejatinya aku tidak bermaksud mengusik kalian berdua. Sungguh aku berdoa agar kalian langgeng berhubungan.

Bagikan Tulisan Ini Yuk?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *